Tujuannya sangat jelas: menjaga aset daerah di Jakarta agar tetap hidup sekaligus memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata Kalsel. “Diharapkan pasar terapung ini dapat berjalan secara berkelanjutan untuk meramaikan Taman Mini Indonesia Indah,” ungkap Abdul Rahim.
Jka dikelola secara konsisten, pengunjung tentu akan semakin penasaran dengan budaya asli daerah berjuluk kota seribu sungai tersebut.
Untuk memperkuat nuansa autentik khas Banjar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel sudah menyiapkan langkah lanjutan. Mereka berencana menambah berbagai ornamen kebudayaan di sekitar dermaga. Fokus utamanya adalah memperbanyak armada perahu tradisional atau jukung.
Tentu saja, realisasi ini membutuhkan dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, peluang kolaborasi dibuka lebar, termasuk menggandeng sektor perbankan daerah seperti Bank Kalsel.
Dengan sinergi yang baik, peningkatan fasilitas ini diharapkan sukses memikat wisatawan mancanegara maupun lokal untuk terbang langsung mengunjungi pasar terapung asli di Banjarmasin dan Lok Baintan.[dit]











