Tepat sebelum gencatan senjata berhasil disepakati secara mutlak, Pakistan dilaporkan sempat meneruskan proposal rencana perdamaian lima belas poin dari pihak Amerika Serikat kepada otoritas Iran. Sayangnya, rencana awal tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Teheran tanpa banyak pertimbangan, membuat diplomasi menemui hambatan yang cukup berarti.
Menghadapi penolakan keras tersebut, pemerintah Pakistan sama sekali tidak menyerah dalam misinya. Negara ini kembali mengambil inisiatif strategis yang sangat berani ketika Menteri Luar Negeri mereka, Ishaq Dar, secara khusus terbang jauh menuju Beijing.
Tujuan utamanya sangatlah jelas: mencari dukungan politik kuat dari China untuk sebuah rencana perdamaian lima poin alternatif yang diharapkan mampu menghentikan konflik ini secara permanen. Seluruh manuver diplomasi tingkat tinggi Pakistan ini tampaknya mulai membuahkan hasil yang manis.
Kerja keras ini terbukti saat Ishaq Dar dengan hangat menyambut kedatangan delegasi Amerika Serikat dan Iran di Islamabad pada hari Saturday, sesaat sebelum perundingan damai bersejarah tersebut resmi dimulai.[dit]








