“Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin di siang harinya,” kata Teddy dalam keterangan resminya.
Salah satu poin krusial yang akan dibahas adalah upaya Indonesia dalam mengamankan rantai pasok energi global yang kian dinamis. Teddy menegaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menjaga stabilitas domestik Indonesia.
“Melanjutkan kerjasama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujar Teddy.
Diskusi Geopolitik Global
Selain sektor energi, kedua pemimpin negara dijadwalkan bertukar pandangan mengenai berbagai isu geopolitik terkini.
Kehadiran sejumlah menteri kunci, seperti Menlu Sugiono dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menandakan bahwa pembicaraan akan mencakup aspek teknis yang mendalam terkait sektor-sektor prioritas.
Seskab Teddy menambahkan bahwa pertemuan ini memiliki arti penting di tengah perubahan lanskap global yang dinamis.
Melalui pertemuan ini, Indonesia diharapkan dapat memantapkan posisinya dalam kerja sama internasional yang menguntungkan kedua belah pihak di tengah tantangan global tahun 2026.
Hingga saat ini, lokasi pertemuan antara kedua kepala negara masih dijaga ketat untuk alasan keamanan, namun dipastikan akan menjadi momentum krusial bagi kemitraan Jakarta-Moskow.
