Kedua negara berkomitmen untuk memperluas cakupan latihan militer, seperti Super Garuda Shield, guna meningkatkan interoperabilitas pasukan di lapangan. Fokus utama lainnya mencakup pendidikan militer profesional serta peningkatan kapasitas pasukan khusus.
Pertemuan ini berlangsung di tengah hangatnya spekulasi mengenai kedaulatan udara Indonesia. Sebelumnya, beredar laporan mengenai dokumen “Mengoperasionalkan Penerbangan Lintas Wilayah AS” tertanggal 26 Februari 2026.
Dokumen tersebut berisi usulan agar pesawat militer AS diizinkan melintasi wilayah udara Indonesia dalam situasi darurat atau misi krisis.
Namun, pertemuan tingkat menteri ini lebih menekankan pada penguatan kemampuan kolektif untuk mempromosikan perdamaian kawasan melalui kekuatan bersama yang legal dan transparan.[dit]
