Menjaga Memori Bangsa: Strategi Baru Melindungi Cagar Budaya Indonesia dari Ancaman Bencana

/Dok. BNPB

FAKTANASIONAL.NET – Kekayaan sejarah Indonesia kini berada dalam bayang-bayang risiko kebencanaan yang nyata.

Hal ini menjadi bahasan utama dalam seminar bertajuk “Cagar Budaya yang Tangguh Bencana Berkelanjutan” yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, Selasa (14/4).

Hadir sebagai narasumber, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti bahwa perlindungan terhadap situs sejarah harus menjadi prioritas nasional, mengingat letak geografis Indonesia yang rawan terhadap fenomena alam ekstrem.

Cagar Budaya Sebagai Bagian Sistem Kehidupan

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang membuka secara resmi acara tersebut, menekankan bahwa dampak bencana tidak boleh hanya dilihat dari sisi kemanusiaan, tetapi juga dari sisi kelestarian sistem kehidupan dan identitas bangsa.

“Cagar budaya merupakan bagian dari sistem kehidupan yang juga rentan terdampak bencana,” tegas Fadli Zon dalam sambutannya.

Data BNPB menunjukkan urgensi masalah ini: hingga 13 April 2026, Indonesia telah dihantam 748 kejadian bencana, yang didominasi oleh banjir dan cuaca ekstrem. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengingatkan bahwa ancaman terhadap warisan fisik bangsa bisa datang kapan saja.

Exit mobile version