FAKTANASIONAL.NET – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi diplomatik dengan melontarkan kritik pedas terhadap NATO.
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat sama sekali tidak membutuhkan campur tangan aliansi militer tersebut untuk mengamankan situasi di Selat Hormuz yang sedang bergejolak.
Melalui unggahan di platform media sosial X, Trump mengejek respons NATO yang dinilainya sangat terlambat dalam merespons krisis di salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia tersebut.
“Sekarang setelah situasi di Selat Hormuz berakhir, saya menerima panggilan dari NATO yang menanyakan apakah kami membutuhkan bantuan,” tulis Trump, Sabtu (18/4/2026).
Pernyataan tersebut diikuti dengan penolakan keras yang menggambarkan ketidakpuasan mendalam Trump terhadap efektivitas aliansi selama ini.
“Saya mengatakan kepada mereka untuk menjauh, kecuali mereka hanya ingin mengisi kapal mereka dengan minyak. Mereka tidak berguna saat dibutuhkan, seperti macan kertas!” tambah sang Presiden.
Konteks Gencatan Senjata Iran
Pernyataan Trump ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan sinyal de-eskalasi. Araghchi mengumumkan bahwa Selat Hormuz kini telah “sepenuhnya terbuka” bagi kapal komersial, menyusul masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Meski situasi di lapangan menunjukkan tanda-tanda mereda, Trump tetap konsisten dengan narasinya bahwa negara-negara Eropa anggota NATO tidak cukup berkontribusi dalam menanggung beban keamanan global, khususnya terkait ancaman dari Iran.
Ia bahkan sempat mengisyaratkan kemungkinan Amerika Serikat untuk meninjau ulang keanggotaannya di NATO jika beban finansial dan militer tidak dibagi secara adil.











