Integrasi lahan ini dianggap sebagai solusi Shortcut Thinking untuk mempercepat pembangunan tanpa harus mencari lahan baru di lokasi yang jauh dari pusat keramaian.
Koordinasi intensif antar instansi kini tengah dilakukan agar pengembangan kawasan ini tidak mengganggu kenyamanan warga sekitar, namun justru meningkatkan nilai ekonomi wilayah tersebut.
Relokasi sekolah ini bukan sekadar demi kepentingan taman, melainkan wujud kepedulian Walikota Banjarmasin terhadap kelayakan sarana pendidikan. Kondisi gedung SDN Sungai Jingah 4 yang rusak parah dan lokasinya yang berada di pinggir jalan raya dianggap membahayakan keselamatan siswa.
Pemerintah kota lebih memilih membangun gedung baru yang lebih aman daripada sekadar melakukan renovasi di lokasi yang sama.
Lahan pengganti telah disiapkan tidak jauh dari lokasi lama untuk memastikan aksesibilitas siswa dan guru tetap terjaga.
Melalui kebijakan ini, pemerintah kota tidak hanya berhasil memperluas destinasi wisata edukasi, tetapi juga menjamin fasilitas sekolah yang lebih modern, aman, dan nyaman bagi masa depan generasi muda di Banjarmasin.[dit]











