Krisis Avtur Global Menghantui, Harga Tiket Pesawat Terancam Melejit hingga 74 Persen

/(pixabay)

FAKTANASIONAL.NET  – Industri penerbangan dunia kini berada dalam bayang-bayang kelangkaan bahan bakar pesawat (avtur) yang serius.

Konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran telah mengganggu jalur distribusi minyak dunia, memicu kekhawatiran akan terjadinya pembatalan penerbangan massal dan lonjakan tarif tiket dalam waktu dekat.

Maskapai di Eropa dan Asia menjadi yang paling rentan karena ketergantungan yang tinggi pada impor.

Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), lebih dari 20 persen pasokan avtur global diangkut melalui Selat Hormuz, dengan dua pertiganya ditujukan untuk pasar Eropa.

Pemulihan Pasokan Diprediksi Lambat

Analis energi dari Kpler, Matt Smith, memberikan peringatan bahwa gangguan ini tidak akan selesai dalam waktu singkat.

Tantangan logistik akibat blokade dan ketegangan militer membuat proses normalisasi pasokan menjadi sangat sulit.

“Ini akan memakan waktu setidaknya hingga Juli, dan itu pun mungkin terlalu optimistis,” ujar Matt Smith, dikutip dari CNN Business, Selasa (21/4/2026).

Maskapai AS Mulai Pangkas Rute

Meski Amerika Serikat merupakan produsen utama minyak, harga avtur di dalam negeri tetap terkerek naik mengikuti pasar global.

Empat maskapai raksasa—United, American, Delta, dan Southwest—yang tahun lalu menghabiskan gabungan US$100 juta per hari untuk bahan bakar, kini harus bersiap menghadapi pembengkakan biaya.

CEO United Airlines, Scott Kirby, menyatakan perusahaannya berpotensi menanggung tambahan beban hingga US$11 miliar. Akibatnya, strategi pemangkasan jadwal penerbangan mulai diambil demi menjaga kesehatan finansial perusahaan.

Exit mobile version