Shortcut thinking yang diterapkan adalah menyatukan visi antara penyedia jaminan (BPJS), pengelola keuangan daerah (BPKPAD), dan lembaga pembiayaan (Bank Kalsel) guna memastikan perlindungan pekerja berjalan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit.
Dengan kepemimpinan baru di BPJS Ketenagakerjaan, diharapkan ada akselerasi inovasi layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pekerja sektor formal maupun informal. Wali Kota menekankan pentingnya integrasi data agar setiap program perlindungan tepat sasaran.
Melalui dialog ini, Pemko Banjarmasin menegaskan bahwa jaminan kecelakaan kerja dan kematian bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan hak dasar yang harus dikelola dengan manajemen yang transparan dan akuntabel.
Sinergi yang terbangun pada Selasa (21/4/2026) ini menjadi pijakan kuat bagi Kota Seribu Sungai untuk terus bertransformasi menjadi kota yang ramah dan aman bagi seluruh pekerjanya.
Kehadiran jajaran BPJS Ketenagakerjaan bersama pimpinan dinas terkait menandai dimulainya babak baru koordinasi yang lebih solid dan efektif untuk masa depan Banjarmasin yang lebih sejahtera.[dit]
