Revolusi Hijau di Sekolah: Disdik Banjarmasin Sulap Sampah Jadi Tabungan Pelajar

Revolusi Hijau di Sekolah: Disdik Banjarmasin Sulap Sampah Jadi Tabungan Pelajar/(foto: instagram/@hjnelilistriani_official)

Langkah ini diambil untuk memastikan setiap sekolah memiliki sistem manajemen sampah yang terstandarisasi.

Targetnya jelas: mengubah tumpukan barang tak terpakai menjadi barang bernilai ekonomis yang bisa dikelola secara mandiri oleh para siswa dan tenaga pengajar.

Senada dengan hal tersebut, Kepala DLH Banjarmasin, Ichrom Muftezar, membidik pembentukan ratusan bank sampah baru, khususnya di sektor pendidikan. Menariknya, kerja sama ini tidak terbatas pada SD dan SMP saja.

DLH berencana menjalin MoU dengan Pemerintah Provinsi Kalsel agar SMA/SMK sederajat juga menerapkan sistem serupa.

Guna menjamin keberlanjutan program, tim Trainer 3R (Reuse, Reduce, Recycle) akan segera dibentuk. Setidaknya, dua orang guru dari setiap sekolah akan mendapatkan pelatihan khusus untuk menjadi penggerak utama.

Dengan adanya pendampingan teknis ini, sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu akademis, tetapi juga menjadi laboratorium nyata bagi pelestarian lingkungan yang berkelanjutan di Banjarmasin.[dit]

Exit mobile version