Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai respons atas masih ditemukannya persoalan gizi, kesehatan balita, dan keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar. Dengan pembinaan yang lebih sistematis, pemerintah berharap kader Posyandu mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemko Banjarmasin menargetkan peningkatan kualitas layanan Posyandu secara bertahap, sehingga masyarakat tidak hanya datang saat sakit, tetapi mulai sadar pentingnya pencegahan sejak dini. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan Posyandu sebagai fondasi utama pembangunan kesehatan di tingkat kota. (prokom-bjm)











