Wali Kota Banjarmasin, H.M Yamin HR, menyebut langkah strategis ini sebagai upaya menjaga daya tahan ekonomi daerah di tengah dinamika pasar global yang kian fluktuatif. Namun, UMARA tidak berhenti pada urusan uang semata.
Program ini dirancang secara komprehensif mencakup pendampingan usaha intensif, kemudahan pengurusan perizinan, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
“UMARA bukan sekadar program musiman, melainkan pilar utama untuk memastikan UMKM kita benar-benar naik kelas,” tegas Yamin.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan instansi perbankan, Banjarmasin optimistis dapat melahirkan wirausaha tangguh yang mandiri dan berkelanjutan.
Saatnya para pelaku usaha memanfaatkan momentum emas ini untuk bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang lebih profesional.[dit]











