KAI juga menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas gangguan perjalanan dan musibah yang terjadi. Aliran Listrik Aliran Atas (LAA) di lintas Cibitung-Bekasi Timur pun harus dinonaktifkan sementara demi keamanan proses evakuasi di lapangan.
Berdasarkan keterangan Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, insiden bermula dari sebuah taksi yang menemper KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) dekat Bulak Kapal. Hal ini menyebabkan KRL terhenti di lintasan.
Naas, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah yang sama kemudian menabrak bagian belakang rangkaian KRL yang sedang berhenti tersebut. Penyelidikan lebih lanjut terkait sistem pengamanan dan koordinasi perjalanan kini tengah dilakukan oleh pihak berwenang.[dit]











