Temuan ini segera memicu pergerakan pasukan Irak untuk melakukan investigasi ke lokasi.
Naasnya, demi menutupi jejak, Israel menjatuhkan bom di area itu sebelum tentara Baghdad tiba. Serangan udara ini menewaskan satu prajurit Irak dan memicu murka.
“Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan,” kecam Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al-Muhammadawi, kepada media pemerintah. Hingga kini, militer Israel masih menolak berkomentar terkait laporan insiden mematikan tersebut.
Insiden di gurun Irak ini semakin memperkeruh tensi kawasan yang melonjak tajam sejak 28 Februari. Rentetan peristiwa seperti aksi balasan Iran hingga pemblokiran Selat Hormuz sempat melumpuhkan stabilitas Timur Tengah.
Harapan damai sedikit bernapas saat gencatan senjata disepakati pada 8 April berkat mediasi Pakistan.
Merespons dinamika tersebut, Presiden AS Donald Trump kemudian mengumumkan perpanjangan status gencatan senjata. Sayangnya, ketiadaan tenggat waktu yang pasti dalam deklarasi Trump justru menjadi sinyal kuat bahwa situasi geopolitik di kawasan tersebut masih sangat rapuh dan rentan meledak sewaktu-waktu.[dit]
