Wabah Hantavirus Membayangi Dunia, Sejauh Mana Ancamannya di Indonesia?

Wabah Hantavirus Membayangi Dunia, Sejauh Mana Ancamannya di Indonesia?/(ilustrasi/pixabay)

Distribusi persebarannya mencakup Jakarta (6 kasus), Yogyakarta (6 kasus), Jawa Barat (5 kasus), hingga Jawa Timur, Banten, Sumatera Barat, NTT, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat yang masing-masing turut menyumbang kasus minimal.

Secara saintifik, orthohantavirus memiliki 50 varian dengan 24 di antaranya mampu menginfeksi manusia, termasuk Seoul, Hantaan, Andes, dan Sin Nombre.

Terdapat dua manifestasi klinis utama yang berbahaya. Pertama, tipe HPS yang menyerang sistem pernapasan dengan masa inkubasi 14-17 hari dan memiliki tingkat kefatalan (CFR) sangat tinggi, yakni 60%.

Kedua adalah Haemorrhagic Fever With Renal Syndrome (HFRS) yang menargetkan ginjal. Gejalanya meliputi demam, nyeri otot, hingga tubuh menguning dengan CFR 5-15% dan masa inkubasi 1-2 minggu.

Kemenkes mengonfirmasi bahwa 23 kasus di Indonesia merupakan tipe HFRS dari varian Seoul Virus. Rantai penularannya sangat spesifik, yakni melalui kontak fisik maupun paparan sekresi dan ekskresi dari tikus serta celurut.[dit]

Exit mobile version