FAKTANASIONAL.NET – Pada 8 Mei 2026, Presiden Donald Trump resmi membuka akses terhadap ratusan dokumen rahasia mengenai Unidentified Anomalous Phenomena (UAP).
Langkah yang diklaim sebagai bentuk transparansi radikal ini justru mengundang gelombang skeptisisme dari berbagai kalangan ahli.
Sebagaimana dihimpun dari laporan berbagai media berita terkait pada 11 Mei 2026, alih-alih menyajikan bukti konkret tentang kehidupan ekstraterestrial, publik hanya disuguhi kumpulan arsip lama dan rekaman video yang dinilai terlalu buram untuk diverifikasi secara ilmiah.
Berdasarkan laporan yang dideklasifikasi, terdapat sekitar 160 berkas yang mencakup rentang waktu dari tahun 1947 hingga Januari 2024.
Dokumen tersebut mencakup penampakan di wilayah strategis seperti Indo-Pasifik, Irak, dan Uni Emirat Arab, bahkan hingga foto butiran dari misi Apollo 12 dan 17.
Namun, Mick West, seorang analis anomali ternama, memberikan catatan kritis terhadap data tersebut. Ia berpendapat bahwa pemerintah lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas, mengingat banyak informasi visual krusial yang justru disensor atau diredaksi oleh otoritas militer.
