Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh deretan tokoh penting, seperti Dr. Boubakari Maiga dari Sekretariat OKI, Presiden ICYF H.E. Taha Ayhan, hingga Menteri Pemuda dan Olahraga Turki H.E. Osman Aşkın Bak.
Para pemimpin dunia yang hadir menaruh harapan besar agar forum bergengsi ini melahirkan ide-ide konstruktif demi meredam konflik dan mendorong perdamaian umat. Rangkaian pembukaan ini juga dimeriahkan oleh suguhan seni teatrikal lintas peradaban yang memukau para undangan.
Bagi delegasi Indonesia, momentum internasional ini bukan sekadar partisipasi seremonial belaka. Astrid menegaskan bahwa kehadiran mereka bertujuan penuh untuk menjalin kolaborasi konkret antarbangsa.
Di sisi lain, Nur Ghina Muslimah secara proaktif memperkenalkan budaya nusantara melalui pembagian cinderamata khas Indonesia kepada para perwakilan negara lain.
Sebagai wujud penghormatan tuan rumah, Pemerintah Kota Konya memfasilitasi seluruh peserta dengan KonyaKart, sebuah kartu akses transportasi publik gratis untuk menjelajahi sudut kota selama rangkaian acara berlangsung dari tanggal 10 hingga ditutup pada sesi kepulangan di 12 Mei 2026.[dit]
