Menguak Misteri Gunung Ciremai: BRIN Temukan Jejak Gempa Dahsyat dan Erupsi Purba di Kuningan

Menguak Misteri Gunung Ciremai: BRIN Temukan Jejak Gempa Dahsyat dan Erupsi Purba di Kuningan/(Instagram/@gunungciremai)

Lebih jauh, riset ini juga mendeteksi pergerakan sesar normal pada endapan berusia 16.000 tahun yang mengindikasikan fase penyeimbangan pasca-tekanan tektonik, serta bukti letusan gunung pada 15.000 tahun lalu.

Analisis geokimia pun mengonfirmasi bahwa sedimen berjarak jauh (distal) bersifat basaltik sub-alkalin, sementara area dekat puncak (proksimal) lebih didominasi oleh batuan andesit basaltik. Karakteristik ini sukses memetakan arah aliran material dari erupsi purba gunung setinggi 3.078 mdpl tersebut.

Pemanfaatan teknologi pemetaan presisi Light Detection and Ranging (LiDAR) memungkinkan tim untuk menganalisis morfologi permukaan tanah di balik rimbunnya vegetasi.

Hasilnya secara gamblang memperlihatkan kemiringan lapisan (tilting) serta fitur patahan tanah, membuktikan bahwa deformasi tektonik Kuningan terjadi bersamaan dengan sejarah vulkanik Ciremai.

Menurut Sonny, integrasi antara riwayat erupsi sejak 40.800 tahun lalu dengan data pergerakan sesar aktif sangat vital.

Penemuan ini diproyeksikan mampu menjadi landasan kuat untuk merancang tata ruang permukiman yang adaptif, memprediksi periode siklus gempa bumi darat, serta mematangkan sistem peringatan dini demi menyelamatkan masyarakat dari ancaman bahaya ganda di masa depan.[dit]