Manuver Geopolitik Trump: Desak Negara Arab Normalisasi dengan Israel Pasca Perang Iran

Donald Trump/(instagram)

Walaupun Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) sempat mengisyaratkan keterbukaan, sentimen publik Arab yang membara akibat krisis Gaza membuat Arab Saudi mengambil langkah ekstra hati-hati.

Arab Saudi tetap teguh pada prinsipnya bahwa normalisasi hubungan hanya akan ditandatangani jika terdapat peta jalan yang konkret menuju kemerdekaan negara Palestina.

Di sisi lain, manuver Trump ini dinilai oleh para pakar bukan sekadar upaya diplomasi damai, melainkan sebuah strategi arsitektur politik untuk menjadikan Israel sebagai poros kekuatan baru di Asia Barat.

Tidak berhenti pada negara Arab, Trump turut melempar ide yang sangat kontroversial melalui platform Truth Social, yakni mengajak Republik Islam Iran bergabung dalam Kesepakatan Abraham. “Siapa tahu, mungkin Republik Islam Iran juga ingin bergabung!” tulisnya bernada provokatif.

Gagasan ini sontak dinilai hampir mustahil oleh para pengamat geopolitik. Teheran telah puluhan tahun menolak keras eksistensi Israel dan secara konsisten melabelinya sebagai kekuatan pendudukan.

Hal ini juga ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyatakan penolakan absolut negaranya untuk mengakui rezim yang dituduh melakukan genosida tersebut.[dit]

Exit mobile version