“Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami,” tuturnya.
Di samping itu, Wamenhaj turut menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para jemaah haji Indonesia yang dinilai telah mengikuti seluruh instruksi dan arahan petugas dengan tertib selama berada di Mina. Ucapan terima kasih juga dialamatkan kepada seluruh jemaah dan petugas yang telah berdedikasi penuh di lapangan.
Dahnil menambahkan bahwa setelah selesainya fase Armuzna, fokus penyelenggaraan haji kini akan segera beralih ke fase berikutnya, yaitu persiapan pemulangan jemaah ke Tanah Air. Terkait hal tersebut, ia menginstruksikan kepada seluruh petugas haji untuk tetap menjaga komitmen, mendampingi jemaah di hotel, serta mempertahankan sikap yang simpatik dan empatik.
“Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jemaah,” ucapnya.
Menutup keterangannya, Wamenhaj mengeluarkan imbauan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) serta seluruh jemaah untuk tetap menjaga ketertiban selama menunggu jadwal terbang ke Indonesia. Jemaah diminta membatasi aktivitas luar ruangan yang berlebihan demi menjaga kondisi fisik dan kesehatan mereka hingga waktu kepulangan tiba.
“Kami mengimbau kepada KBIHU yang membawa jemaah, juga kepada seluruh jemaah, untuk tetap tertib. Tidak berlebihan melakukan kegiatan, agar kondisi kesehatan tetap terjaga hingga kembali ke Tanah Air,” pungkas Dahnil.
Baca Juga: Potret Magis Jutaan Jemaah Haji di Makkah dari Luar Angkasa Bikin Merinding











