Manajemen risiko yang ketat, evaluasi pasar berkala, dan cash planning yang matang terbukti membantu optimalisasi idle cash.
Bahkan, efisiensi pengelolaan ini secara tidak langsung menyokong penguatan nilai tukar rupiah berkat stabilitas pasar keuangan yang terus terjaga. Dirjen Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, turut berterima kasih atas dukungan penuh Menkeu terhadap kinerja operasional institusinya.
Inspeksi ini relevan dengan kondisi kesehatan fiskal terbaru yang dirilis Purbaya pertengahan Mei lalu. Laporan kinerja APBN hingga akhir April 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp164,4 triliun, atau setara 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), kendati keseimbangan primer masih membukukan surplus Rp28 triliun.
Pelebaran defisit ini dipicu oleh akselerasi Belanja Negara yang menyentuh angka Rp1.082,8 triliun (28,2 persen dari pagu), sementara Pendapatan Negara baru terkumpul Rp918,4 triliun (29,1 persen). Untuk menutupi celah tersebut, pemerintah telah merealisasikan pembiayaan anggaran hingga Rp298,5 triliun, mencapai 43,3 persen dari target tahun ini.[dit]











