Polkam  

Haidar Alwi Sebut Pelemahan Rupiah dan IHSG Adalah Upaya Asing Menguasai Ekonomi Indonesia

Pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, R. Haidar Alwi/Dokpri.

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Pemikir Bangsa dan Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, IR. R Haidar Alwi menyebut pelemahan nilai tukar rupiah dan anjlok ya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) adalah bagian dari strategi kekuatan asing untuk menguasai perekonomian Indonesia.

Dalam analisanya, Haidar mengatakan momen krusial ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia senilai US25 miliar hingga US30 miliar demi menjaga kedaulatan ekonomi nasional di tengah gejolak pasar keuangan global.

Keputusan strategis ini diambil didasarkan pada kondisi fiskal domestik yang dinilai sangat kokoh, dengan Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai sekitar Rp420 triliun yang bertindak sebagai bantalan likuiditas mandiri yang memadai.

Langkah berani ini sekaligus menegaskan sikap politik ekonomi Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada skema pembiayaan eksternal dan secara sadar mengalirkan pesan ke panggung dunia bahwa Indonesia memilih berdiri di atas kaki sendiri.

Penolakan tegas terhadap pendanaan asing ini langsung memicu reaksi balik di pasar keuangan global, di mana instrumen pasar saat ini sedang digunakan oleh kekuatan asing sebagai sarana pengujian sekaligus penanaman pengaruh terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Pelemahan nilai tukar rupiah dan fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi ditengarai sebagai dampak dari pergeseran sentimen dan persepsi risiko yang dikelola oleh lembaga-lembaga pemeringkat global seperti Moody’s Ratings, MSCI, S&P Global, dan Fitch.

Gejolak pergerakan angka di layar perdagangan ini dipandang bukan sebagai vonis kelemahan fundamental ekonomi riil, melainkan sebuah respon terstruktur dari kekuatan luar yang mencoba menggoyang stabilitas nasional demi membuka kembali jalur ketergantungan ekonomi lama.