Meski membenarkan bahwa operasional sedang dibekukan sementara waktu, ASN itu mengaku sama sekali tidak mengetahui akar permasalahannya. Ia memilih bergegas pergi dan enggan memberikan komentar lebih jauh terkait kehadiran aparat TNI di instansinya.
Di sisi lain, dari luar pagar masih terpantau sejumlah pegawai pemerintah yang tertahan atau tetap berada di dalam area gedung, meski akses keluar masuk telah dibatasi secara ketat.
Situasi pengamanan yang tidak lazim ini tentu membutuhkan penjelasan transparan agar tidak menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Sayangnya, hingga artikel ini diturunkan, belum ada satu pun pernyataan resmi yang dirilis oleh para petinggi Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan.
Pihak redaksi media asal, KBK.News, hingga kini juga terus mengupayakan konfirmasi langsung kepada otoritas terkait guna mengurai benang kusut di balik penutupan fasilitas publik ini.
Masyarakat kini hanya bisa menunggu pembaruan informasi dari pihak berwenang untuk mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya sedang terjadi di lingkungan kedinasan tersebut.[dit]











