FAKTANASIONAL.NET – Tindakan represif pemberantasan sentra penipuan daring di Kamboja rupanya memicu efek kejut baru bagi lanskap kriminalitas Asia.
Dilansir dari CNBC, berdasarkan laporan investigasi Bloomberg yang turut dikutip oleh Straits Times pada Rabu (10/6/2026) barisan sindikat kejahatan siber transnasional kini terdeteksi melakukan migrasi besar-besaran, mengeksploitasi gedung perkantoran hingga resor pinggir pantai di Sri Lanka sebagai pusat komando yang baru.
Pemilihan Sri Lanka sebagai “surga baru” para operator penipuan ini bukan tanpa alasan empiris. Negara kepulauan tersebut menawarkan kemudahan birokrasi berupa fasilitas bebas visa, yang dipadukan dengan stabilitas jaringan telekomunikasi yang tinggi.
Keleluasaan pergerakan aset difasilitasi pula oleh sistem transfer uang informal lokal (Undiyal), sementara beragam properti sewaan jangka pendek memperlancar fleksibilitas mobilitas pelaku.
Menyikapi urgensi ini, otoritas Sri Lanka mengklaim telah mengonsolidasikan kekuatannya. Sepanjang 2026, unit kejahatan siber khusus telah membekuk tidak kurang dari 1.000 pelaku yang mayoritas mengakar di ibu kota Kolombo.







