Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih BNBR Justru Melonjak Sembilan Puluh Enam Persen Sepanjang 2025

Direktur Utama & CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Anindya N. Bakrie (kanan) berbincang bersama Wakil Direktur Utama Ardiansyah Bakrie (left) usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Jakarta./Dok. Kompas

Kinerja Moncer Sektor Jalan Tol dan Jaringan Serat Optik

Baca Juga: Sinergi Ekonomi Nasional, Mahasiswa ISMEI Gandeng Pemkot Banjarmasin

Wakil Direktur Utama sekaligus Co-CEO BNBR, Ardiansyah Bakrie, memaparkan portofolio infrastruktur fisik melalui PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) mencatatkan tren yang sangat positif.

Jalan Tol Cimanggis-Cibitung sepanjang 26,184 kilometer mencatatkan volume lalu lintas harian rata-rata mencapai 40.888 kendaraan, melampaui target rencana kerja sebesar 3,38 persen.

Realisasi ini menyumbang pendapatan rata-rata sebesar Rp2,3 miliar per hari bagi CCT dan diproyeksikan terus meningkat seiring rencana kenaikan tarif pada tahun 2026.

Pada ekspansi infrastruktur komunikasi digital, PT Multi Kontrol Nusantara (MKN) membukukan pendapatan sebesar Rp358,9 miliar, atau tumbuh solid 14,9 persen.

Pertumbuhan ini didorong oleh keterlibatan MKN dalam memperluas akses internet di wilayah pedesaan dan daerah 3T melalui pembangunan kabel serat optik sepanjang lebih dari 8.000 kilometer serta jaringan Fiber to the Home (FTTH) yang menjangkau 320.000 homepass.

MKN juga mulai merambah implementasi layanan Internet of Things (IoT) di Jawa dan Kalimantan serta pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Di sektor kendaraan listrik, VKTR sukses merealisasikan penjualan 69 unit kendaraan listrik sepanjang tahun 2025, yang terdiri dari 53 unit bus, 10 unit truk, dan 6 unit forklift. Memasuki kuartal pertama tahun 2026, VKTR mengokohkan posisinya dengan mengirimkan 30 unit bus listrik tambahan berukuran 12 meter kepada operator TransJakarta.

Pasokan kumulatif VKTR kini menyumbang 152 unit atau sekitar 30 persen dari total armada bus listrik TransJakarta yang berjumlah 500 unit. VKTR juga memegang status sebagai satu-satunya pemasok armada bus listrik TransJakarta yang dirakit di dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen.

Inovasi Energi Bersih dan Teknologi Cetak Tiga Dimensi

Komitmen energi baru terbarukan (EBT) dijalankan melalui PT Bakrie Power dan PT Helio Synar Energi (Helio) dengan membangun fasilitas PLTS Atap di lingkungan internal manufaktur Grup Bakrie.

Helio juga memperluas penetrasi bisnis pengisian daya kendaraan listrik (EV charging) yang kini tersebar di berbagai pool bus, area parkir gedung bertingkat, bandara di Jakarta, kawasan kampus di Yogyakarta, hingga area pabrik kertas di Sumatera.

BNBR juga mulai menancapkan kuku bisnisnya di bidang teknologi konstruksi inovatif melalui PT Modula Tiga Dimensi (Modula) dengan menggandeng pelopor teknologi cetak tiga dimensi dunia, COBOD International asal Denmark. Aliansi strategis ini memanfaatkan teknologi konstruksi berbasis pencetakan tiga dimensi (3D Construction Printing/3DCP) yang diklaim lebih cepat dan ramah lingkungan.

Teknologi ini telah diterapkan pada pembangunan Gedung Auditorium milik PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk di Citeureup, Bogor, serta proyek kompleks mes Eco Village di pabrik pipa baja Lampung.

Lini bisnis konvensional BNBR tetap memperlihatkan performa yang kokoh. Pendapatan PT Bakrie Metal Industries (BMI) sebesar Rp2,2 triliun disokong oleh lini manufaktur pipa baja dan jasa konstruksi baja, di mana pasar nonmigas berkontribusi dominan sebesar 65 persen dan sektor migas sebesar 35 persen.

Sementara itu, PT Bakrie Autoparts (BA) selaku pemasok komponen otomotif untuk kebutuhan original equipment manufacturer (OEM) sukses mengantongi pendapatan Rp852,77 miliar, dengan segmen komponen otomotif menyumbang 87 persen dan bisnis general casting sebesar 13 persen.

Baca Juga: Lampu Kuning Ekonomi Indonesia: Surplus Dagang Nyaris Habis, Tekanan Biaya Produksi Mulai Menumpuk