-
Komponen Inti (Inflasi 0,22% | Andil 0,14%): Dipicu oleh kenaikan harga minyak goreng, telepon seluler, laptop/notebook, pelumas atau oli mesin, nasi dengan lauk, serta biaya servis kendaraan. Winny mencatat, naiknya harga oli berkaitan langsung dengan efek domino penyesuaian harga BBM sebelumnya.
-
Komponen Harga Diatur Pemerintah (Inflasi 0,52% | Andil 0,10%): Menjadi komponen dengan inflasi tertinggi yang didorong oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, bensin non-subsidi, tarif angkutan udara, hingga rokok kretek mesin.
Kelompok Pangan Cenderung Jinak
Di sisi lain, komponen harga bergejolak (volatile food) tercatat mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan andil yang relatif kecil terhadap inflasi nasional, yakni sebesar 0,04 persen.
Meskipun ada kenaikan harga pada sejumlah komoditas dapur seperti cabai merah, bawang merah, tomat, beras, dan sawi hijau, Winny menegaskan kontribusinya tidak se-agresif sektor energi dan transportasi.
“Untuk komoditas pangan selama bulan Mei 2026, andilnya terhadap inflasi bulan Mei tidak setinggi komponen inti dan komponen yang harga diatur pemerintah,” pungkasnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem dan Nataru, Pemda Diminta Antisipasi Lonjakan Inflasi










