Ketiga, saran yang disampaikan Deddy Sitorus kepada partai-partai seperti NasDem dan Demokrat, agar fokus mengurus partainya sendiri yang sedang digerogoti. Jangan sampai nanti kalah oleh partai pendatang baru.
“Lebih baik perbaiki kinerja menteri-menteri mereka di kabinet daripada sibuk menggurui partai lain, gitu loh,” la jut Deddy.
Ia mengingatkan, urusan rakyat sangat banyak dan maha penting—listrik, BBM, perburuhan, bansos, UMKM, koperasi, perkebunan, infrastruktur, pangan, ekonomi, perdagangan.
“Konsentrasilah di sana (pada persoalan rakyat). PDI Perjuangan juga ingin pemerintahan berhasil dan menyelesaikan mandatnya sesuai konstitusi,” lanjutnya.
Keempat, hal penting berikutnya yang ditegaskan Deddy adalah fungsi DPR bukan hanya mendukung program pemerintah, juga menjalankan pengawasan terhadap kebijakan dan penggunaan kekuasaan.
“Jika seluruh fraksi di DPR hanya manut dan setuju terhadap eksekutif, apa bedanya dengan era Orde Baru? Apakah DPR masih dibutuhkan?” tukasnya.
Kata Deddy, rakyat ingin melihat partai-partai bekerja, bukan sibuk membuat gaduh. Pemilu masih sangat jauh. Fokuslah perbaiki mana yang kurang. Jangan cari kambing hitam untuk kegalauan kalian. Kalau mau cari kurban, ya pas lebaran kemarin.
“PDI Perjuangan tegak pada pendirian kami: menjadi penyeimbang yang konstruktif, mengkritik dengan bertanggung jawab, dan tetap mengawal agar pemerintahan berjalan sesuai konstitusi. Itu adalah amanah yang tidak akan kami tinggalkan,” tuntas Deddy Sitorus.
