Diancam Trump, Iran Ancam Balik

Jalur distribusi yang mengangkut 20 persen pasokan minyak dunia ini dipastikan kembali dibuka total menyusul kesepakatan damai antara AS dan Iran./gmap.

IRAN ke Swiss dengan mempertahankan penutupan Selat Hormuz, karena AS tidak bisa mengurus Israel yang masih menyerang Lebanon dua hari lalu.

Pasca penutupan Selat Hormuz, Trump menghubungi Netanyahu dan menekan agar perang Lebanon distop. Netanyahu mematuhi hal ini dan stop ekspansi militer di Lebanon.

Tapi di Swiss, di lokasi rencana meeting Burgenstock, Trump di Washington mengancam Iran agar Iran membuat deal dan membuka Selat Hormuz segera, jika tidak, Trump mengancam delegasi Iran tidak akan bisa kembali ke negaranya.

Merespon hal itu, delegasi Iran yang sudah ada di lokasi pertemuan, menemui PM Pakistan yang jadi perantara. Iran mengkonfirmasi bahwa negara para mullah itu tidak akan ikut meeting sebelum Trump mencabut omongan mengancam Iran dan meminta maaf.

Iran keluar ruangan meeting dan mengatakan tidak akan kembali ke meja runding kalau Trump masih memakai bahasa ancaman.

Di ruangan meeting, bahkan Iran tidak melakukan jabat tangan dengan wapres AS JD Vance. Iran cuek dengan kehadiran Delegasi AS. Iran hanya menyampaikan protes ke PM Pakistan dan meninggalkan ruangan. Iran bahkan menolak sekedar berfoto bersama dengan delegasi AS.

Kondisi rencana MOU di Swiss sampai saat ini tidak menentu, Iran bersikukuh, bahwa sebelum masuk meeting, kondisi harus disetting dulu agar kedua pihak bisa saling menghormati. Iran tidak akan mau ikut negosiasi dibawah ancaman dan Trump harus memahami hal ini.