Zulhas menegaskan bahwa bantuan tersebut akan diprioritaskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
Ia mencontohkan sekolah-sekolah dengan kondisi yang sudah baik kemungkinan tidak lagi menjadi prioritas penerima program. Pendekatan ini dilakukan agar distribusi bantuan lebih tepat sasaran.
Tak hanya itu, tata kelola MBG juga sedang diperbaiki secara menyeluruh. Pemerintah melakukan audit terhadap dapur-dapur penyedia makanan guna mencegah terulangnya kasus keracunan yang sempat terjadi sebelumnya.
Menurut Zulhas, meskipun hanya melibatkan satu atau dua korban, insiden keracunan tetap tidak bisa ditoleransi. Setelah proses audit dan evaluasi selesai, pemerintah akan menentukan langkah lanjutan terkait pengembangan program MBG di berbagai daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan gizi nasional sekaligus memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.[dit]
