Besok Amerika Serikat dan Iran Dijadwalkan Bertemu di Doha, Kedua Negara Akan Bahas Selat Selat Hormuz

Pemerintah Oman bekerja sama dengan IMO membuka koridor maritim sementara guna menjamin kebebasan navigasi gratis dan aman bagi pelayaran internasional./gmap.

FAKTANASIONAL.NET – Amerika Serikat (AS) dan Iran menghentikan serangan setelah ketegangan meningkat pada akhir pekan lalu. Kedua negara juga berencana melakukan pembicaraan terbaru di Doha, Qatar untuk membahas perselisihan mengenai Selat Hormuz.

Seorang pejabat senior AS mengatakan negara ini memutuskan penghentian serangan terhadap Teheran.

Sebelumnya, aksi saling serang yang terjadi antara AS dan Iran berawal dari perbedaan penafsiran tentang nota kesepahaman (MoU).

Langkah ini untuk mengakhiri perang, terutama tentang ketentuan terkait Selat Hormuz, jalur perairan vital untuk pengiriman minyak dan gas dari kawasan tersebut.

“Kami memutuskan untuk menghentikan semua aktivitas kinetik,” katanya.

Istilah militer yang merujuk pada serangan atau tindakan ofensif lainnya.

Kedua negara dijadwalkan akan melakukan pertemuan di Doha pada Selasa (30/6/2026) besok untuk membahas sengketa tentang Selat Hormuz.

Berdasarkan MoU yang telah diteken oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu, Iran berjanji untuk berupaya semaksimal mungkin guna menjamin keamanan pelayaran kapal-kapal komersial yang melintasi selat itu.

Sementara itu AS sepakat untuk mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam pembicaraan lanjutan di Swiss pekan lalu, Wakil Presiden AS, JD Vance dan delegasi Iran sepakat membentuk semacam hotline atau saluran komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Langkah ini guna mengkoordinasikan lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Namun, saluran komunikasi langsung itu belum juga beroperasi, bahkan ketika Iran kembali mengemukakan kapal-kapal harus mengkoordinasikan pelayaran mereka di Selat Hormuz dengan otoritas Iran.

Pembicaraan pada Selasa (30/6/2026) besok sebenarnya merupakan pertemuan yang dijadwalkan di Swiss untuk membahas program nuklir Iran.

Namun eskalasi situasi terkini mendorong perubahan lokasi pertemuan ke Doha dan mengalihkan fokus pembahasan ke Selat Hormuz.

Pada Ahad (26/6/2026) waktu setempat, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran mengalami kebuntuan menyusul kembali memanasnya ketegangan antara kedua negara. (adm)

Exit mobile version