FAKTANASIONAL.NET — Badan Pusat Statistik (BPS) RI secara resmi menggandeng Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Kolaborasi strategis ini membidik jutaan pelaku usaha perempuan—mulai dari skala mikro rumahan hingga sektor produktif lainnya—agar tercatat secara akurat sebagai fondasi kebijakan ekonomi yang lebih inklusif.
Sinergi tersebut dikukuhkan dalam acara Kick Off Kolaborasi di PNM Tower, Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Momentum ini menjadi langkah krusial untuk memastikan profil, tantangan, dan potensi nyata dari ceruk usaha yang digerakkan oleh kaum perempuan dapat terpotret secara utuh.
Plt. Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menekankan bahwa para pelaku usaha perempuan, termasuk jutaan nasabah program PNM Mekaar, memegang peranan vital dalam stabilitas ekonomi nasional sehingga hak data mereka tidak boleh terabaikan.
Baca Juga: Dongkrak Harga yang Anjlok, Mentan Usul Menu Telur dan Ayam Program MBG Naik Jadi 3 Kali Sepekan
“Yang paling penting adalah bahwa Ibu-ibu Mekaar ini, tidak boleh terlewat tercatat, karena Ibu-ibu sebenarnya punya kontribusi yang luar biasa terhadap ekonomi Indonesia. Di saat Ibu-ibu Mekaar ini tercatat dengan baik, maka Ibu-ibu punya suara untuk kebijakan ekonomi yang lebih baik ke depan,” tegas Amalia.
Amalia menambahkan, data yang valid dari SE2026 akan menjadi modal bagi pemerintah untuk merumuskan stimulus strategis yang tepat sasaran, seperti perluasan akses pembiayaan, pemetaan informasi pasar, hingga program pelatihan yang sesuai kebutuhan riil di lapangan.
Dominasi Perempuan dalam Perekonomian Nasional
Langkah afirmatif dalam SE2026 ini diperkuat oleh deretan indikator makro yang menunjukkan betapa besarnya kontribusi perempuan dalam roda ekonomi Indonesia:
