LPTQ Prioritaskan Pendekatan Berbasis Kebutuhan Peserta Dalam Pemusatan Latihan MTQ Pontianak

Pengurus LPTQ Kota Pontianak diinstruksikan memprioritaskan pemenuhan seluruh fasilitas peserta selama masa pemusatan latihan persiapan kompetisi. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kota Pontianak resmi menerapkan pendekatan berbasis kebutuhan peserta dalam masa pemusatan latihan di Aula Gedung LPTQ pada Jumat (10/7/2026).

Ketua Umum LPTQ Kota Pontianak Amirullah menekankan bahwa pengurus wajib memprioritaskan pemenuhan logistik dan fasilitas bagi seluruh kafilah Kota Pontianak.

Agenda pelatihan sentral ini merupakan tahapan krusial menjelang keberangkatan tim perwakilan daerah menuju kompetisi tingkat provinsi di Kabupaten Kayong Utara.

Panitia pelaksana secara khusus diinstruksikan untuk menggunakan pendekatan yang murni berpusat pada kenyamanan kondisi setiap peserta di lapangan.

Prioritas paling utama dalam pemusatan pelatihan daerah ini adalah memastikan setiap peserta benar-benar siap dan terbimbing tanpa kendala teknis.

“Pendekatannya harus pendekatan peserta. Apa kebutuhan mereka, itu yang harus diperhatikan, supaya mereka bisa maksimal dan optimal,” jelasnya.

Setiap anggota kontingen perwakilan daerah diyakini memiliki karakter serta kebutuhan pendampingan yang berbeda bergantung pada fokus cabang perlombaannya.

Pemenuhan kebutuhan spesifik tersebut bertujuan agar seluruh elemen kontingen bisa berfokus penuh untuk berlatih mematangkan materi.

Selain sangat memperhatikan aspek teknis latihan Amirullah juga mengingatkan seluruh jajaran pengurus untuk kembali meluruskan niat dalam bekerja.

Pengelolaan kegiatan keagamaan semacam ini selalu menuntut tingkat keikhlasan yang tinggi dari seluruh panitia pelaksana yang melayani para peserta.

Organisasi ini mengemban tugas pokok yang amat krusial dalam upaya panjang pengembangan nilai-nilai Al Quran di tengah kehidupan masyarakat modern.

“Luruskan niat semata-mata untuk mengembangkan Al-Quran dan mencari pahala. Ini kerja mulia,” katanya.

Sinergi kuat antara pelayanan panitia yang prima dan niat yang tulus tersebut diharapkan mampu mendongkrak performa peserta di arena perlombaan kelak.

Para pengurus juga dituntut aktif untuk mengenali secara cepat setiap keluhan maupun kendala yang dihadapi peserta agar bisa segera ditangani.

Persiapan fisik dan mental yang matang sangat dibutuhkan guna memastikan kafilah Kota Pontianak mampu menyumbangkan prestasi maksimal di tingkat wilayah.

Amirullah merasa sangat optimistis para peserta dapat tampil tanpa beban di ajang kompetisi berkat pelayanan panitia yang komprehensif.

“Mudah-mudahan tujuan kita untuk menjadi lebih baik bisa tercapai,” pungkasnya.

(*Red)