“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah cukup besar setelah data inflasi AS lebih rendah dari harapan. Kondisi ini memicu meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga Federal Reserve,” kata Lukman.
Kendati terdapat ruang penguatan, Lukman memberikan catatan bahwa laju apresiasi rupiah kemungkinan masih akan tertahan dalam rentang terbatas.
Faktor penahan tersebut berasal dari pergerakan harga minyak mentah dunia yang bertahan di level tinggi akibat eskalasi konflik geopolitik yang masih berlangsung di wilayah Timur Tengah.
Berdasarkan dinamika faktor eksternal tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak pada kisaran Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Baca Juga: Update Nilai Tukar Rupiah 10 Juli 2026











