Tuntut Hasil Nyata, Menlu Sugiono Desak ASEAN Tuntaskan CoC Laut Tiongkok Selatan Tahun Ini
FAKTANASIONAL.NET — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan bahwa kredibilitas ASEAN sebagai organisasi kawasan tidak lagi diukur dari retorika atau dokumen yang dihasilkan, melainkan dari kemampuannya memberikan hasil nyata bagi m…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menegaskan bahwa kredibilitas ASEAN sebagai organisasi kawasan tidak lagi diukur dari retorika atau dokumen yang dihasilkan, melainkan dari kemampuannya memberikan hasil nyata bagi masyarakat serta menjaga stabilitas kawasan.
Pesan menohok tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam Sesi Pleno Pertemuan ke-59 Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Ministers’ Meeting/AMM) yang berlangsung di Manila, Filipina. Rangkaian pertemuan AMM/PMC ke-59 ini digelar pada 20–24 Juli 2026 di bawah Keketuaan ASEAN Filipina bertajuk “Navigating Our Future, Together”.
“ASEAN telah membuktikan bahwa organisasi ini mampu berkembang. Sekarang pertanyaan yang lebih menantang: apakah ASEAN mampu memenuhi janji-janjinya?” ujar Menlu Sugiono di hadapan para Menlu ASEAN.
Menurut Sugiono, ujian utama bagi kredibilitas ASEAN adalah menjaga perdamaian dan kepastian hukum di kawasan.
Indonesia mendesak agar perumusan Code of Conduct (CoC) di Laut Tiongkok Selatan dapat diselesaikan secara efektif, substantif, dan berlandaskan hukum internasional, khususnya UNCLOS 1982, pada tahun ini juga.
“Masyarakat kita telah menunggu selama 24 tahun untuk hadirnya aturan di laut. Mereka tidak seharusnya menunggu satu tahun lagi. Kawasan yang diatur berdasarkan hukum akan selalu lebih kuat daripada kawasan yang diatur berdasarkan kekuatan,” tegas Sugiono.
Baca Juga: Presiden Prabowo Bakal Hadiri KTT ke-48 ASEAN di Filipina, Bahas Dampak Konflik Iran-AS
Usul Forum Konsuler ASEAN dan Kerja Sama Nyata
Selain isu keamanan maritim, Indonesia menyoroti pentingnya perlindungan konkret bagi warga negara anggota ASEAN.
Indonesia mengusulkan pembentukan ASEAN Heads of Consular Affairs Division Forum guna mempercepat koordinasi pelindungan warga negara ASEAN yang berada di luar negeri, terutama saat menghadapi situasi krisis atau konflik darurat.
Di tengah meningkatnya persaingan geopolitik global, Menlu Sugiono meminta agar kemitraan ASEAN dengan negara-negara mitra eksternal diprioritaskan pada program kerja sama konkret yang menyentuh kebutuhan mendasar, seperti manajemen krisis, ketahanan pangan, pasokan energi, hingga penguatan rantai pasok.
Pertemuan ini juga secara resmi mengesahkan Turkiye sebagai Mitra Wicara ASEAN yang baru, yang diharapkan mampu mendongkrak sinergi pembangunan Komunitas ASEAN.
Menyongsong peringatan 60 tahun ASEAN pada 2027 mendatang, Sugiono mendorong penguatan kelembagaan dan alokasi sumber daya agar sejalan dengan arah Visi Komunitas ASEAN 2045.
“Dokumennya sudah lengkap. Pekerjaan sesungguhnya baru dimulai. Pada akhirnya, pertanyaannya bukan seberapa jauh ASEAN telah melangkah, tetapi apakah masyarakat kita benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” tutupnya.
Pertemuan AMM ke-59 ini turut mengesahkan sejumlah dokumen strategis, antara lain Joint Communiqué, Pernyataan Menlu ASEAN terkait Situasi Terkini di Timur Tengah, Panduan Modalitas dan Aksesi Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC), serta kriteria Kemitraan Wicara ASEAN.
Baca Juga: Bukan Paling Hebat di ASEAN, Ini Fakta Pahit di Balik Klaim Investasi Indonesia 2026
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.