“Tapi maksud saya se-viral apapun nggak ada masalah tapi saya ingin ya, itu kemudian diberitakan atau di posting kebenaran. Kalau ada pelanggaran itu pelanggaran itu memang ada kebenarannya,” ujarnya.
Sudaryono mengemukakan seluruh proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara di BGN diserahkan kepada aparat penegak hukum. Badan ini akan memberikan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan maupun penyidikan yang sedang berjalan.
“Maka saya ingin mengajak kepada seluruh tim untuk kita, jangan larut terhadap pesimisme dan kesedihan ini, jadi harus optimis kita bisa selesaikan persoalan ini dan kita yakin bahwa program ini baik, dan bisa tata kelolanya kemudian kita perbaiki yang tadinya gelap, harus jadi terang,” ujarnya.
BGN akan meninggalkan pola kerja yang bergantung pada individu dan pada masa depan badan ini akan beralih pada sistem yang mengacu pada aturan, petunjuk teknis, dan prosedur yang jelas.
“Yang tadinya mungkin nggak transparan, harus transparan. Yang tadinya mungkin manual, tergantung sama person-person, orang-orang, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system trust in system. Kalau tadinya mungkin semua sesuai arahan si ini, sesuai arahan si itu, itu nggak, kita sesuai dengan aturan dan sistem yang kita bangun,” tuturnya.
Sudaryono juga membuka ruang bagi masyarakat, termasuk media, untuk melaporkan dugaan penyimpangan di lapangan dan setiap laporan akan segera ditindaklanjuti.
“Saya siap mendengarkan satu informasi input dari mana pun, dari siapa pun termasuk dari awak media kalau ada misalnya dapur kok nggak bener misalnya, segera laporkan. Kita langsung investigasi, kita ingin menegakkan yang bener kita tegakkan, yang baik juga harus kita, jangan sampai 1-2 salah, kemudian dianggap yang lain juga keliru,” tuturnya. (adm)
