Washington Curigai Moskow Beri Dukungan Intelijen dan Teknologi Drone

Presiden Trump Dipastikan Hadiri Final Piala Dunia 2026/(Instagram)

FAKTANASIONAL.NET – Badan intelijen Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki dugaan keterlibatan Rusia dalam serangkaian serangan drone Iran yang menghantam sejumlah fasilitas rahasia milik Central Intelligence Agency (CIA) di kawasan Timur Tengah.

Dugaan tersebut muncul setelah efektivitas serangan dinilai menunjukkan adanya dukungan teknologi dan intelijen dari pihak ketiga, dikutip dari Reuters.

Laporan yang dipublikasikan pada Kamis (23/07/2026) menyebutkan para pejabat intelijen AS mencurigai Moskow memberikan bantuan berupa data penargetan presisi hingga sistem navigasi canggih yang meningkatkan akurasi drone Iran.

Sedikitnya dua fasilitas CIA dilaporkan menjadi sasaran pada Maret 2026, yakni kantor stasiun CIA di kompleks Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, serta sebuah fasilitas rahasia lainnya di wilayah Irak timur.

“Kami tidak dapat menerima situasi di mana negara mitra memberikan data intelijen sensitif untuk menargetkan operasional kami,” ujar seorang pejabat yang mengetahui penyelidikan tersebut.

Berdasarkan memo internal lembaga intelijen Barat, dua drone Shahed yang digunakan dalam serangan ke Kedutaan Besar AS di Riyadh disebut telah dimodifikasi menggunakan teknologi Rusia.

Exit mobile version