FAKTANASIONAL.NET – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi memastikan seluruh dana hadiah senilai Rp10 juta dalam sayembara penangkapan pelaku begal dan kejahatan jalanan bersumber dari kantong pribadinya, sehingga tidak mengambil Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi (APBD provinsi).
Penggunaan dana pribadi ini merupakan komitmen Dedi Mulyadi dalam mengintervensi maraknya aksi kejahatan jalanan secara cepat. Selain itu memanfaatkan tradisi penghargaan masyarakat demi membangkitkan kembali pos ronda di tingkat lingkungan.
“Enggak, dari saya dulu saja (uangnya),” katanya di kawasan Arcamanik Bandung pada Jumat (24/7/2026).
Dedi Mulyani menilai pendekatan berbasis insentif finansial sangat relevan dengan kultur masyarakat Indonesia yang terbiasa terpacu oleh bentuk penghargaan terbuka.
“Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau ada ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi rajin. Kemudian daerah, kalau dilombakan, juga jadi rajin,” ujarnya.
