Semula Jesslyn Wijaya Lay tidak merespons undangan ultah tersebut.
Kemudian, Jesslyn datang ke acara tersebut setelah teman dekatnya meneruskan undangan ultah dari tantenya.
Lalu, Evan mengantar pacarnya ke restoran tersebut dan menunggu tidak jauh dari lokasi acara.
“Saat itu Jesslyn diminta untuk membawa kue ulang tahun. Nah, terus Jesslyn datang, sempat membeli kue ulang tahun bersama dengan pacarnya, Evan,” ucapnya.
Evan masih berkomunikasi dengan Jesslyn Wijaya Lay sekitar pukul 19.00 WIB.
Namun, Evan mulai tidak dapat menghubungi Jesslyn sekitar pukul 21.30 WIB hingga akhirnya mendatangi restoran tempat acara ultah keluarga Jesslyn.
Di dalam restoran, Evan masih melihat kue ultah yang dibeli Jesslyn Wijaya Lay
Lalu, dia meminta keterangan dari saksi-saksi di lokasi, mulai dari kerabat, tukang parkir, hingga pegawai restoran. Saksi menyebut Jesslyn diculik orang tidak dikenal.
“Nah, akhirnya dia diberi tahu ada peristiwa Jesslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi,” tuturnya.
Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn Wijaya Lay lewat ponsel, e-mail, hingga media sosial (medsos) tetapi tidak memperoleh respons.
Dia sempat melacak sinyal ponsel Jesslyn.
“Evan juga minta tolong ke temannya untuk mencari tahu posisi HP-nya Jesslyn. Menurut Evan, HP-nya masih memancar dari rumah orang tuanya yang di Ancol, yang di Puri Jimbaran,” ujarnya.
Evan lalu melapor ke polisi dan ikut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ke restoran. Namun, mereka tidak menemukan rekaman CCTV karena perangkatnya rusak. Evan pun menaruh kecurigaan. (adm)











