“MBG bagi anak-anak di daerah rawan konflik juga sedang kami pikirkan mekanismenya. Ada beberapa piloting yang sudah kita lakukan bekerja sama dengan jajaran TNI dan Polri, menggunakan fasilitas gereja dan lain-lain,” jelasnya.
Sudaryono menekankan bahwa seluruh anak Indonesia, termasuk yang berada di pelosok maupun kawasan rawan konflik, memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses perbaikan gizi.
“Anak-anak yang memang membutuhkan di daerah-daerah rawan konflik, daerah-daerah yang jauh, itu juga harus mendapatkan akses perbaikan gizi yang memang mereka sangat membutuhkan,” terang Sudaryono.
Baca Juga: Pesan Kepala BGN Sudaryono Kepada Jajaran: Jangan Lari dari Masalah
