Sebelum memasuki dunia politik praktis, Deddy aktif di berbagai organisasi masyarakat sipil.
Ia tercatat sebagai salah satu pendiri Komunitas Aksi Solidaritas Buruh Indonesia (KASBI), pernah menjadi perwakilan Indonesia di Friends of the Earth, ANGOC, International Council on Social Welfare (ICSW), hingga South East Council for Food Security and Fair Trade (SEACON).
Karier profesionalnya juga cukup panjang. Deddy pernah menjadi Senior Program Officer National Democratic Institute (NDI), Project Manager United Nations Development Programme (UNDP), mendirikan Optima Consulting Network Indonesia, serta menjabat komisaris independen di sejumlah perusahaan, termasuk PT Waskita Beton Precast Tbk, PTPN III (Holding), PT Berkah Multi Cargo, dan PT Takagama.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri BUMN. Seluruh informasi tersebut dikutip dari Tirto.id.
Mengacu pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 22 Maret 2026 dan dikutip dari Tirto.id, total kekayaan Deddy Sitorus mencapai Rp29.801.720.929.
Aset tersebut terdiri dari delapan bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bulungan, Tarakan, dan Buleleng. Salah satu aset bernilai terbesar berupa sebidang tanah seluas 561 meter persegi di Jakarta Timur dengan nilai sekitar Rp4,55 miliar.
Di sektor kendaraan, Deddy melaporkan kepemilikan dua sepeda motor, sebuah speed boat tahun 2021 senilai Rp500 juta, serta mobil Lexus RX 500h 4×4 A/T tahun 2024 senilai Rp1,4 miliar sebagai kendaraan dengan nilai tertinggi.
Selain itu, ia juga memiliki surat berharga senilai Rp10,39 miliar, kas dan setara kas sebesar Rp7,36 miliar, harta bergerak lainnya Rp280 juta, serta aset lain senilai Rp130 juta.
Dalam laporan tersebut tidak tercatat adanya kewajiban utang sehingga total kekayaan bersihnya mencapai sekitar Rp29,8 miliar.
Di tengah polemik pernyataannya terhadap wartawan, profil, perjalanan karier, serta laporan kekayaan Deddy Sitorus kembali menjadi perhatian publik.
Perdebatan mengenai ucapannya pun masih bergulir, sementara organisasi wartawan telah menyampaikan keberatan atas pernyataan yang dinilai merendahkan profesi jurnalistik.[dit]
