FAKTANASIONAL.NET – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat.
Kali ini, Teheran melayangkan peringatan diplomatik kepada sejumlah negara anggota NATO yang dinilai memberikan dukungan logistik bagi operasi militer Washington, termasuk Bulgaria dan Siprus.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (31/7/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Bulgaria Velislava Petrova-Chamova.
Dalam percakapan tersebut, Araqchi menyatakan keberatan atas keputusan Bulgaria yang mengizinkan pesawat militer AS menggunakan Pangkalan Udara Bezmer.
Menurut Araqchi, langkah tersebut sama saja dengan memfasilitasi aksi militer terhadap Iran. Ia menegaskan keputusan Sofia bertentangan dengan hubungan persahabatan yang telah terjalin antara kedua negara.
Iran juga mengingatkan bahwa negara yang mengizinkan wilayahnya dipakai sebagai basis operasi militer AS terhadap Teheran berpotensi menghadapi konsekuensi.
Parlemen Bulgaria sebelumnya menyetujui penempatan sementara hingga delapan pesawat pengisian bahan bakar udara KC-135 milik AS beserta sekitar 250 personel militer di Pangkalan Udara Bezmer.
Namun, pemerintah Bulgaria menegaskan tidak ada senjata ofensif yang ditempatkan di pangkalan tersebut. Sofia juga menyatakan keputusan itu tidak menjadikan negaranya sebagai pihak yang terlibat dalam operasi militer.











