Faktakalbar.id – PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat memamerkan penguatan sistem Governance, Risk, and Compliance (GRC) sebagai landasan menjaga pertumbuhan bisnis berkelanjutan di Jakarta.
Perusahaan terus mengasah efisiensi tata kelola internal untuk menghadapi tantangan persaingan era digital serta risiko serangan siber yang kian kompleks.
Penerapan kerangka kerja manajemen risiko tersebut memicu capaian kinerja finansial yang solid sepanjang tahun 2025 dengan total aset menembus Rp27,68 triliun.
Selain pertumbuhan aset, penghimpunan dana pihak ketiga berhasil dihimpun sebesar Rp21,11 triliun dan penyaluran kredit mencapai Rp18,07 triliun.
Kinerja keuangan positif ini dibarengi perolehan laba bersih sebesar Rp511,14 miliar serta tingkat rasio kecukupan modal atau CAR yang perkasa di angka 36,97 persen.
Direktur Kepatuhan Bank Kalbar, R.S.M. Al Amin, memaparkan strategi perbankan daerah tersebut saat mengikuti proses penjurian TOP GRC Awards 2026.
“Secara umum sebagaimana perbankan pada umumnya, Bank Kalbar juga mengadapi berbagai tantangan dan isu strategis yang terus berkembang. Berbagai tantangan strategis, di antaranya berupa percepatan transformasi digital, dinamika regulasi, peningkatan risiko siber, menjaga kualitas aset, serta penguatan tata kelola. Menyikapi hal ini,implementasi GRCsebagai instrument penting, manajemen risiko, dan kepatuhan terus kita perkuat, sebagai bagian dari strategi mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkap Al Amin.
Manajemen menegaskan bahwa kerangka kepatuhan bukan sekadar prosedur formalitas hukum melainkan fondasi pengambil keputusan bisnis yang matang.
“Penerapan GRC menjadi fondasi strategis yang memastikan tata kelola berjalan baik, pengelolaan risiko dilakukan secara terukur, serta kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis dapat dapat terus berlangsung secara sehat,” ujarnya.







