BANDUNG mendadak punya serial baru. Bukan Preman Pensiun. Bukan sinetron azab. Bukan pula drama percintaan Braga. Judulnya, “Gua Segel Loe!” Pemeran utamanya Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Musuhnya? Entah. Korbannya jelas, 10 pohon mahoni raksasa sudah puluhan tahun berdiri, kemudian tumbang entah atas perintah siapa.
Farhan ngamuk. Bukan ngamuk level “mohon diperhatikan”. Ini ngamuk level telunjuk sudah seperti senjata antirudal. “Gue segel nih tempatnya! Jangan ketawa lu! Gua serius gua segel nih tempat!”
Lalu keluar jurus pamungkas, “Gua segel loe!” Kalimat itu sekarang lebih terkenal daripada sebagian program pemerintah.
Masalahnya serius. Sepuluh mahoni di Jalan LLRE Martadinata atau Jalan Riau dan kawasan Cihapit ditebang tanpa izin. Yang tersisa tunggul. Bahkan ada yang sudah ditutup semen dan rumput. Waduh. Mungkin pelakunya berpikir begini, pohonnya sudah hilang, tinggal disemen, lalu selesai. Ini bukan menghilangkan barang bukti. Ini make-up untuk tunggul.
Padahal menebang 10 pohon mahoni puluhan tahun bukan pekerjaan anak Pramuka sedang mencari kayu bakar. Perlu gergaji mesin, pekerja, tali, kendaraan besar, dan truk untuk mengangkut batangnya.
Operasinya pasti lebih ramai dari hajatan tujuh hari tujuh malam. Tapi kok bisa? Linmas tidak melihat. Pos ronda tidak mendengar. Warga tidak curiga.
Kalau benar begitu, pelakunya bukan tukang tebang biasa. Ini kandidat kuat dosen Hogwarts jurusan “Menghilangkan Sepuluh Pohon Tanpa Jejak.” David Copperfield mungkin minder.
Nama SixNine Coffee & Dining kemudian ikut disorot publik. Saya sudah mencoba melacak pemiliknya. Hasilnya? Zonk. Misteriusnya bukan main. Seperti manusia yang biodatanya disimpan di brankas luar angkasa.
Lalu muncul DM dari seseorang yang mengaku anggota Partai Koptagul. Ia mengklaim ada orang-orang sangat berpengaruh di belakang kafe tersebut. Bahkan disebut pengusaha tambang raksasa di Kalimantan.
Sekali lagi, ini klaim, bukan fakta yang sudah terbukti. Kalau benar, silakan penyidik membuktikan. Kalau salah, buang ke tong sampah bersama rumor lainnya. Tetapi jangan sampai rumor membuat kita lupa fakta paling keras kepala: sepuluh mahoni sudah tumbang.
Farhan sendiri sudah memasang garis kuning Satpol PP dan menyatakan penebangan melanggar Peraturan Daerah Kota Bandung serta Surat Edaran Moratorium Penebangan Pohon dari Gubernur Jawa Barat. Kasus juga akan dilaporkan kepada gubernur dan penegak hukum lingkungan di kementerian.







