FAKTANASIONAL.NET — Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengakui data daftar penumpang (manifest) KMP Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, diduga kuat simpang siur dan tidak mencerminkan kondisi faktual di lapangan.
Kejanggalan ini terungkap setelah tim evakuasi menemukan lima anak penumpang kapal yang berhasil diselamatkan, namun nama mereka sama sekali tidak tercantum dalam manifest resmi kapal rute Surabaya–Makassar tersebut.
“Ada lima anak yang yang tidak tercatat dalam manifest. Nanti mungkin hanya dicantumkan anak ini yang akan menjadi evaluasi kami juga, kenapa tidak tercatat di dalam manifest. Mestinya kan setiap penumpang yang ada di dalam kapal semua harus tercatat,” ujar Dudy saat meninjau kondisi korban di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (3/8) dini hari.
Meski demikian, Menhub mengonfirmasi bahwa kelima anak yang telah teridentifikasi tersebut berada dalam kondisi selamat dan sehat.
“Alhamdulillah. Sementara yang saya dapat lima anak ini ada juga yang sehat,” tutur Dudy.
Laporan Keluarga Hingga Penumpang Batal Berangkat Buat Data Makin Kacau
Baca Juga: Perkuat Replikasi Inovasi di Daerah, BSKDN dan USAID Berkolaborasi Jalankan Program TKP yang ERAT
Ketidaksesuaian data manifest tidak hanya berhenti pada temuan anak-anak. Sejumlah anggota keluarga korban juga melaporkan bahwa kerabat mereka berada di atas kapal, tetapi namanya tidak ditemukan dalam manifest.
Di sisi lain, terdapat pula calon penumpang yang membatalkan keberangkatan, namun nama mereka masih tetap tercatat tanpa adanya pembaruan atau revisi data dari pihak pengelola.
“Ini yang nanti harus kita verifikasi. Jadi ini menjadi pelajaran penting juga buat pengelola atau perusahaan pelayaran bahwa semua yang on board siapapun itu harus ada datanya,” tegas Dudy.
Ia menambahkan, ketidaksinkronan data ini menjadi perhatian serius Kementerian Perhubungan.
