Targetkan Perdagangan Rp359 Triliun pada 2030, Presiden Prabowo dan PM Thailand Anutin Adopsi Roadmap Kemitraan Strategis

Kedua pemimpin negara sepakat mengadopsi Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030 dan menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai 20 miliar dolar AS pada 2030./Dok. Ist

Bentuk Joint Trade Commission hingga Penguatan Industri Halal

Sebagai langkah konkrit, kedua negara sepakat memperluas investasi, membuka akses pasar yang lebih luas, mempererat kolaborasi antar pelaku usaha, serta membentuk Joint Trade Commission.

Pembentukan komisi ini mencatatkan sejarah baru sebagai mekanisme bilateral pertama dalam hubungan kedua negara yang bertugas khusus mengidentifikasi peluang bisnis sekaligus mengurai hambatan perdagangan.

Kerja sama strategis juga meluas ke sektor ketahanan pangan, energi, ekonomi digital, hingga optimalisasi transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) untuk pengembangan industri halal.

“Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, hingga ketahanan rantai pasok,” tambah Presiden Prabowo.

Pasar Gabungan 350 Juta Jiwa

Pada kesempatan yang sama, PM Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan rasa optimis senada. Ia menilai fondasi ekonomi kedua negara sangat kuat, didukung oleh potensi pasar gabungan mencapai 350 juta penduduk.

“Kami sepakat bahwa Thailand dan Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan volume perdagangan dan investasi bilateral,” ungkap PM Anutin.

Baca Juga: ASEAN Kompak Terapkan WFH Masal Demi Tekan Konsumsi BBM Akibat Krisis Global