Tim penyelamat hingga kini masih melakukan pencarian di perairan sekitar pagar perbatasan yang membentang ke Laut Mediterania.
Pemerintah Spanyol juga memasang penghalang terapung sepanjang 500 meter, sementara Garda Sipil mengawal proses pemulangan migran ke wilayah Maroko.
Madrid menuding jaringan kriminal memanfaatkan situasi dengan menyebarkan informasi menyesatkan mengenai putusan terbaru Mahkamah Agung Spanyol yang disebut-sebut mempermudah akses masuk bagi para migran.
Rumor tersebut menyebar luas melalui media sosial dan diyakini menjadi pemicu utama eksodus massal.
Krisis ini kini meluas menjadi isu politik di Eropa. Sebanyak 22 negara anggota Uni Eropa mendesak digelarnya pertemuan darurat untuk menyusun langkah bersama menghadapi arus migrasi ilegal.
Sementara itu, Italia memutuskan menangguhkan penerapan Perjanjian Schengen dengan Spanyol selama satu bulan.[dit]











