Kepala BSKDN Kemendagri Ajak Pemkab Bantul Perkuat Ekosistem dan Hilirisasi Inovasi

Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo saat memberikan arahan dalam ajang Penjurian Bantul Innovation Award 2026 di Bantul, DIY./Dok. Kemendagri

FAKTANASIONAL.NET – Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengajak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah.

Penguatan tersebut dinilai memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah (Pemda), perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yusharto saat menjadi narasumber dalam Penjurian Bantul Innovation Award Tahun 2026 di Joglo Ageng Waroeng Omah Sawa, Bantul, DIY, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Kemendagri-BPS Berkolaborasi, Mendagri Tito Ungkap Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, melainkan dapat dihilirisasi menjadi solusi nyata.

Menurutnya, Pemda dapat berperan sebagai penyerang utama atau offtaker dari berbagai hasil penelitian universitas guna menjawab kebutuhan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Bapak dan Ibu dari berbagai fakultas memiliki banyak inovasi yang apabila dikoneksikan dengan perangkat daerah pasti memiliki hubungan dan manfaat bagi penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Yusharto dikutip Kamis (6/8/2026).

Contoh Hilirisasi Inovasi dan Pendidikan Inovator

Yusharto membeberkan contoh nyata kolaborasi BSKDN bersama Universitas Cenderawasih yang melibatkan lebih dari seribu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Kepulauan Yapen.

Para mahasiswa dibekali lebih dari 200 inovasi daerah dari seluruh Indonesia, termasuk contoh dari Bantul, untuk diterapkan sesuai kebutuhan lokal.

“Kemarin kami dengan Universitas Cenderawasih melepas seribu lebih mahasiswa KKN yang kita bekali sekitar 200-an lebih inovasi dari seluruh Indonesia, termasuk dari Bantul, untuk dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Yapen. Demikian ini salah satu bentuk hilirisasi agar budaya inovasi berkembang luas,” jelasnya.

Selain perguruan tinggi, ekosistem inovasi dipandang perlu ditanamkan sejak jenjang pendidikan dasar dan menengah melalui penyediaan ruang eksperimen, laboratorium, serta kompetisi ilmiah.

Poin Kunci Penguatan Ekosistem Inovasi:

Exit mobile version