“Mulai berlaku sekarang sampai dengan awal September atau awal Oktober yang akan datang,” jelasnya.
Cuaca ekstrem tersebut dinilai berpotensi mempercepat penyebaran titik api di wilayah rawan.
Kendati demikian, Djamari menegaskan bahwa pemerintah bersama jajaran terkait terus bergerak cepat mengerahkan personil dan peralatan guna mengendalikan serta memadamkan karhutla di lapangan.
“Keadaan ini yang akan sangat mempercepat proses tentang kebakaran hutan yang terjadi sekarang,” ucapnya.
Baca Juga: Polsek Sekayam Lakukan Pemasangan Banner Imbauan Karhutla di Empat Lokasi Strategis
“Kita masih bisa mempertahankan (menangani agar tidak meluas) itu semua, dan karena kesungguhan kita semua sudah mengerahkan banyak sekali tenaga, alat-alat untuk (menangani Karhutla yang terjadi sekarang) itu,” demikian Djamari menambahkan.
