FAKTANASIONAL.NET – Penyaluran bantuan pemulihan sektor pertanian senilai Rp2,5 triliun untuk Aceh menuai sorotan. Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi alias Abu Salam, mendesak Menteri Pertanian (Mentan) Amran memberikan penjelasan sekaligus meminta maaf kepada masyarakat Aceh.
Dikutip dari sumber media, Abu Salam menilai muncul persepsi di publik seolah-olah pemerintah daerah menerima dana tunai Rp2,5 triliun. Namun, menurutnya, sebagian besar anggaran dikendalikan Satuan Kerja (Satker) Pusat melalui pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta bibit.
“Kementerian Pertanian harus meluruskan disinformasi ini dan meminta maaf kepada rakyat Aceh. Jangan sampai seolah-olah Aceh sudah diberikan uang Rp 2,5 triliun, padahal barangnya dikendalikan dari Jakarta dan Balai di Medan. Ada kejanggalan struktural di sini yang memicu kebingungan dan harapan palsu di tingkat petani,” kata Abu Salam di Banda Aceh, Selasa, 11 Agustus 2026.
Sorotan Abu Salam berlanjut pada proses verifikasi Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) dan pengadaan barang. Ia menilai mekanisme tersebut berjalan seperti black box karena pengawasan pemerintah daerah dinilai belum memadai.











