Hewan yang Dianggap Punah Kini Kembali ke Pulau Asalnya

Serangga Langka Tree Lobster di Lord Howe Island, Australia. Foto: The Guardian

Mengapa serangga ini hampir punah?

Masalahnya bukan karena serangga tersebut tidak mampu hidup. Masalah utamanya adalah predator baru.

Tikus yang masuk ke pulau melalui kapal dapat memakan telur dan serangga dewasa. Karena ekosistem pulau tidak memiliki predator tersebut sebelumnya, tree lobster tidak memiliki pertahanan yang memadai.

Inilah salah satu masalah klasik ekosistem pulau: satu spesies asing dapat mengubah keseimbangan seluruh ekosistem.

Bagaimana mereka bisa diselamatkan?

Begitu populasi kecil ditemukan di Ball’s Pyramid, ilmuwan mengambil beberapa individu untuk dikembangbiakkan.

Prosesnya membutuhkan waktu. Tetapi karena serangga tersebut dapat berkembang biak dalam penangkaran, populasinya meningkat.

Kini tantangan berikutnya justru lebih rumit: bagaimana mengembalikannya ke alam tanpa membuatnya kembali punah?

Habitat harus aman dari tikus. Tumbuhan makanan harus tersedia. Populasi harus cukup kuat. Dan para ilmuwan harus memastikan bahwa pelepasan tidak menghasilkan masalah baru.

Diperkirakan hanya sekitar 50 individu yang masih hidup di alam liar, sehingga spesies ini tetap sangat langka meskipun jumlah hasil pembiakan di penangkaran sudah meningkat pesat.

Kisah tree lobster memberikan ironi yang menarik. Manusia hampir membuat spesies itu punah, tetapi manusia pula yang kemudian membantu menyelamatkannya.

Ini bukan kisah “dinosaurus kembali hidup”. Namun dalam arti tertentu, hewan yang sudah dinyatakan hilang ternyata masih hidup, kemudian manusia membawanya kembali dari tepi kepunahan. (*)